Sunday, 7 April 2019



                                            Titik Balik


Kepergiannya menyisakan begitu banyak cerita
Kepergiannya meninggalkan banyak tanya , untukku .
Tentang hidup......
Menjadi ibu.....
Dan tentang cinta .


              Empat tahun kepergiannya belum juga mampu menghapus duka yang kadang masih saja setia menyapa .Aaah... apa kamu pikir aku ingin melupakan begitu saja ?tentu tidak . Meski saat ada dan dalam kebersamaan tidak selalu memberi cerita indah . Kamu pikir hidup harus indah dan senang melulu ?

Kamu pikir aku pintar dan kuat menjalani hidup yang kadang sungguh tidak bersahabat ini , kawan ? Bila itu yang kamu pikir , kamu hebat ! Loh kok hebat ? Iya , karena kmu cuma pengamat hehehe.

Aku pun dulu berpikir hidup itu enak , saat hari - hariku hanya berkutat dengan buku , sekolah yang penuh teori dan saat berbuat apapun tanpa pernah memikirkan resiko " berantem " salah satu contohnya hahahhah. Cewek berantem ? Hal tabu mungkin bagi sebagian orang , tapi sebodo teing . Masa remaja gitu , wajar hehehehe .

Waktu terus berjalan tanpa aku punya kuasa sedetikpun . Dan aku mulai mengerti , sebatas mengerti tentang hidup dan tetangganya yaitu masalah serta solusi .
Aku pernah jatuh cinta pun pernah harus melepas cinta yang memang bisa membuat kita gila .
Aku pernah memilik juga kehilangan .Aku pernah sakit dan sulit untuk bangkit .Hidup yang tidak selalu seperti mau kita , bagaimana aku bisa tetap survive ?

Ibu......
Aku bukan sosok anak yang dekat dengan bapak ataupun ibu .Meski perhatian dan kasih sayang mereka tidak pernah terlewat .Dulu mereka berpikir aku anak yang egois tingkat himalaya . Karena aku merasa sendiri itu lebih nyaman daripada ngumpul rame - rame .Kenapa di sini aku sebut ibu ?

Sejak kanker menyapa hidup ibu ,  semua berubah . Lambat tapi penuh kepastian . Dan aku mulai menyadari di butuhkan sebuah kesadaran penuh untuk menerima keadaan ibu yang tidak lagi sempurna . Bersiap pula bila nanti akhirnya ibu harus pergi .
Keadaan inilah merupakan titik balik . Dari aku yang penuh keakuan , ingin diakui , di mengerti menjadi aku . Cukup aku bisa menerima , mengerti ,dan memahami tujuan hidup yang sebenarnya aku ingin bukan yang oranglain inginkan . Be happier adalah pilihanku detik itu dan sampai saat ini . Hidup kita ada di pikiran kita , untuk apa kwatir yang berlebihan dan takut jadi omongan orang ? 

                   

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda...

1. Berkomentarlah yang relavan dengan bahasa yang sopan.
2. Dilarang komentar yang mengandung unsur SARA
3. No Spam No live link