Wednesday, 24 September 2014

Tentang Cinta

Aku pernah jatuh cinta pada pemilik mata teduh  dan berambut ikal. Sejuk dan bening meski menyimpan gelora ombak yang setiap waktu sanggup menghempaskan. Kenapa aku jatuh? Jangan tanyakan itu. Tanpa pernah kurencanakan atau aku inginkan. Jatuh begitu saja. Hati memang punya cara untuk tersandung.

Begitulah, aku jatuh dan larut di dalamnya. Bagiku hari dimulai dan berakhir darinya. Konyol, memang! Bahkan perempuan sepertiku bisa buta karena jatuh cinta. Namun, perlahan mataku mulai terbuka dan menyadari, mengenalnya lebih dalam serta jernih. Kekurangannya mengimbangi kekuranganku. Kesabarannya meredakan keegoisanku. Dan, akupun mulai mencintainya dengan dewasa.

Sebuah perbedaan dan sandungan dalam cinta membuat jalinan cintaku dengannya berakhir.
Sudah selayaknya aku bersedih, menangis dan berduka. Tapi semua sementara dan cinta itu tetap ada. Karena bagiku cinta itu tidak pernah berakhir, meskipun kepemilikannya sudah berakhir. Cinta itu tidak mengikat satu sama lain. Cinta itu tak membenci apalagi mendendam. Cinta itu memerdekakan, menggairahkan dan penuh pesona. Sehingga jarak, raga yang memisahkan tak akan mempengaruhinya.

Mungkin menurutmu aku aneh? Tidak juga, coba renungkan siapa yang sanggup bahagia hidup penuh amarah, kecewa dan duka? Bukankah lebih baik menyimpan cinta selamanya? Sehingga jika suatu waktu aku jatuh cinta lagi dan mencintai seseorang lain, lelaki bermata teduh dan berambut ikal tetap ada dalam cintaku. Menjadi  pembelajaran bagiku bagaimana aku ada dan aku yang sekarang.

3 comments:

  1. memang kalo udah ngomongin nentang cinta kadang semuanya ga masuk akal nalar manusia :)

    ReplyDelete
  2. Wah sob saya jadi terharu hehe..

    Yang ingin belajar Tutorial ngeblog klik » Cara Lukman

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar Anda...

1. Berkomentarlah yang relavan dengan bahasa yang sopan.
2. Dilarang komentar yang mengandung unsur SARA
3. No Spam No live link