Tuesday, 5 August 2014

Kamu dan Hujan

Hujan yang tiba-tiba mengguyur membuat aku berlari mencari tempat berteduh. Setidaknya untuk saat ini, aku tak ingin bermain dengan hujan.

Aku hanya ingin menikmatinya. Menikmati tetesan air yang begitu indah. Membawa pikiranku  beberapa langkah ke hari yang tlah lewat. Saat kamu masih disini....

Menemani waktuku, membawa lukamu. Sepenggal kisah yang dengan mudah kau ceritakan untukku. Dan aku hanya diam, mencerna setiap kata yang kamu eja.

Entah..., apa yang ada dalam rasamu. Apa juga yang terbersit dalam benakku. Hanya rasa senang mendengarmu bercerita tanpa menghakimimu. Meski di satu sisi kamu terlalu egois. Aah, kenapa aku terlalu larut dalam cerita kemarin.

Hujan mulai reda, tapi kamu masih enggan beranjak dari pikiranku. Tapi aku menikmatinya.Biarlah kamu ada, meski jejakmu telah jauh sirna. Aku punya cerita kamu juga. Tak perlu untuk memaksa tuk selalu bersama. Bahagia itu mudah bagiku. Ketika aku mampu menahan egoku untuk memilikimu dan membiarkanmu dengan pilihanmu. Aku yakin semua akan baik-baik saja.
Biarlah kamu pergi seperti hujan yang telah berhenti mengguyur bumi. Tapi rasa sejuk tak mungkin hilang begitu saja. Yang terjadi itu pasti yang terindah
                               

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar Anda...

1. Berkomentarlah yang relavan dengan bahasa yang sopan.
2. Dilarang komentar yang mengandung unsur SARA
3. No Spam No live link